Truck Bawa Pasir Lalu-lalang di Jalan Dua, Warga Batangtoru Dan Pengendara Resah

banner 468x60

Tapsel ARN | Dump truck cold diesel Pengangkut pasir basah untuk kebutuhan di Lingkungan Perusahaan Tambang Emas (PTAR) Batang Toru bebas lalu lalang di Jalan Dua yang masuk dari Samping Rumah Sakban Lubis, Desa Napa, Kec. Batang Toru, sehingga warga Petani dan Pengguna kenderaan roda dua yang berada di belakang Truck tersebut terkena ABU PASIR dari Truck tersebut, menjadi KEBERATAN dan RESAH, karena Truck bawa pasir tidak memakai Terval Penutup Pasir, terang H. Panyahatan Pulungan selaku tokoh masyarakat dan narasumber lokal dari keturunan marga Pulungan di wilayah adat Batang Toru, Tapanuli Selatan dalam jumpa PERS nya di rumah nya Minggu (2/8-2026).

Beberapa warga Petani yang lewat di pinggir jalan Dua tersebut menyampaikan bahwa : biasanya truck angkut pasir tersebut lewat dari jalan Utama pintu masuk PT. ANGINCOURT RESOURCES (PTAR) Kelurahan Aek Pining, Kec. Batang Toru, Kab. Tapanuli Selatan, dan kalau dari jalan dua ini lewat kenderaan Proyek yang roda empat, namun dalam kurun waktu beberapa bulan ini Truck bawa pasir melewati jalan dua ini. Memang Jalan ini sudah ada pembebasan lahan, namun kalau masalah Lingkungan Hidup, Pihak Perusahaan harus memerhatikan Polusi Udara dan Lingkungan Hidup untuk menjaga kesehatan warga, tegas Warga.

“Parah ini truk, bisa-bisanya bawa pasir dan TIDAK MEMAKAI TERVAL PENUTUP PASIR Jika pasir terkena ANGIN, MAKA pasir akan menyebabkan debu dan jadi POLUSI UDARA, bahkan pasir ini bisa mengancam keselamatan, membuat pengendara sepeda motor terjatuh jika melintas,” kata pria yang mengaku bernama A. Taufieq N. Hsb (25) Satpam, saat berkendara di belakang truk pengangkut pasir di simpang pertigaan masuk ke jalan dua tersebut.
Keluhan serupa juga datang dari Ira S (39), seorang ibu pengendara sepeda motor yang setiap harinya mengantar jemput anak nya sekolah di sekitar Jalan Merdeka Pasar Batang Toru menuju Sumuran. Menurutnya, selain meninggalkan pasir yang berceceran di jalan, truk pasir yang melintas di Jalan Dua, namun kalau mobil Proyek yang roda empat itu lewat tidak jadi masalah, karena mobil kecil , ucapnya.

.”Di sepanjang jalan ini kan ada beberapa sekolah, sehingga jika pada jam masuk atau pulang sekolah, ataupun jam anak les sore, jalanan sekitar Jalan Merdeka, Pasar Batang Toru Pasar Batang Toru sering terjadi macet apalagi truk pasir yang melintas itu mau dua atau tiga truk sekaligus. Belum lagi kita harus menghirup debu pasir yang berjatuhan di jalan,” keluh ibu yang mengantar anaknya les di salah satu sekolah yang ada di daerah tersebut.

“Kondisi ini sudah lama terjadi dan sepertinya tidak ada tindakan ataupun teguran dari pihak Pemerintah ataupun dari Perusahaan Padahal yang saya ketahui bahwa truk dilarang mengangkut pasir yang basah agar tidak berceceran di jalan. Dan setiap truk yang bermuatan pasir juga semestinya ditutup dengan terpal agar pasirnya tidak berjatuhan dan menyebabkan debu. Namun hal itu berbanding terbalik dengan kondisi yang ada,” katanya.

Warga Desa Napa berharap, kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah maupun pihak- pihak terkait terutama Pihak Perusahaan Tambang Emas (PTAR) agar dapat menertibkan pengangkut pasir yang melintas menuju Lokasi Perusahaan harus lewat dari Pintu Utama dari Aek Pining, harapannya.(UNH).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60