Misteri,Dugaan Pelecehan Art Oleh Oknum Camat Natuna

banner 468x60

“Kasus dugaan pelecehan yang menyeret nama oknum camat di Natuna terus bergulir di tengah sorotan publik, menyisakan pertanyaan besar tentang kebenaran, keadilan, dan etika pemberitaan.”

NATUNA | Aksi bejat yang di lakukan oleh oknum Camat di natuna viral,dikutip dari Redaksi Koran Perbatasan mencatat bahwa rangkaian peristiwa ini bermula dari informasi yang beredar luas di masyarakat Natuna sejak akhir Desember 2025, memicu kegelisahan publik setelah sejumlah media memberitakan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pembantu rumah tangga berinisial MS oleh oknum camat berinisial JD, sebelum proses hukum benar-benar menemukan kejelasan.

Peristiwa ini, sebagaimana dituturkan oleh saksi mata sekaligus istri sah terduga JD, berinisial LL, berawal pada 5 Desember 2025. Saat itu MS, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan LL, merayakan ulang tahunnya yang ke-19 di rumah LL dan JD, tempat MS tinggal dan bekerja.

Situasi mulai berubah ketika pada 14 Desember 2025 LL harus berangkat ke Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas. Kepulangan LL pada 20 Desember 2025 justru memunculkan kegelisahan. MS yang sebelumnya bersikap biasa mendadak tampil berbeda, lebih sering berdandan, memakai wewangian, merias wajah, dan berpakaian rapi.

Kecurigaan LL mencapai puncaknya pada Kamis malam, 25 Desember 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Di mana terduga suaminya JD dan korban MS kepergok alias ketahuan sedang bercanda bermesraan berduaan di dalam kamar MS. LL menceritakan kejadian bermula pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, saat ia terbangun mendapati suami yang sebelumnya berada di kamar sudah tidak ada di tempat.

“Saya sempat mencari ke kamar mandi, dan keluar rumah, namun tidak menemukan suami saya,” ujar LL kepada Koran Perbatasan, Jum’at 09 Januari 2026.

LL kemudian naik ke lantai dua rumah mereka. Dari salah satu ruangan LL mengaku mendengar suara dari dalam sebuah kamar. Dari ruangan tersebut LL menempelkan telinganya ke tembok mencoba menyimak isi sumber suara.

LL kemudian menghampiri pintu sumber suara, ternyata pintu kamar itu tidak tertutup rapat, sedikit terbuka. Dari celah pintu itu, LL mengaku cukup lama mengintip dan menyimak apa yang dibicarakan JD dan MS. Selama mengintip LL mengaku suaminya JD dan MS terlihat asik bermesraan dan tertawa bahagia.

Tak sanggup menahan perasaan, LL kemudian memberanikan diri mendorong membuka pintu kamar tersebut. Saat pintu terbuka lebar JD terdiam membisu, sementara MS tertunduk ketakutan. LL kemudian turun ke lantai satu, JD dan MS masih tinggal di kamar MS lantai dua. Sekitar 5 menit JD kemudian turun ke lantai satu meninggalkan MS dan menyusul LL. Pertengkaran rumah tangga pun pecah malam itu.

Menurut LL, situasi tersebut kemudian memicu pertengkaran antara dirinya dan suaminya JD yang sudah dinonaktifkan dari jabatan sebagai camat oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan, meskipun belum resmi dinyatakan bersalah oleh Polres Natuna.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 05.00 WIB, LL kembali naik ke lantai dua untuk melihat keadaan MS. Sayangnya MS sudah tidak berada di kamar, ia meninggalkan rumah dengan membawa barang-barangnya.

Keesokan harinya, 26 Desember 2025, LL dikejutkan oleh kabar bahwa pamannya MS, berinisial ST yang juga masih ada hubungan keluarga dengannya, telah melaporkan JD ke Polres Natuna dengan dugaan pencabulan anak di bawah umur. Atas hal itu, LL menyatakan keberatan dan merasa dirinya serta anak-anaknya terdampak secara psikologis.

“Saya sendiri yang membuka pintu kamar itu. Saya melihat mereka bermesraan berbincang dan bercanda. Saya harap persoalan ini dapat dilihat secara menyeluruh dan adil. Tidak hanya mendengarkan keterangan dari satu pihak,” ungkap LL, membantah pemberitaan yang sudah tersebar di beberapa media massa.

LL menyayangkan dan keberatan atas tindakan ST yang telah membuat laporan kepolisian terhadap suaminya JD.

(Albab)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60