Pasbar | Kelangkaan solar ditambah antrean panjang bikin warga resah. Polres Pasaman Barat bersama Pemda Pasbar dan Pertamina langsung tancap gas. Kamis 4/6/2026 pagi, Tim Satgas BBM gabungan gelar sidak mendadak ke sejumlah SPBU di Pasbar.
Pukul 09.30 WIB, Kabag Ops Kompol Farel Haris pimpin langsung operasi. Turun bareng: Dinas Koperindag, Kejaksaan, Intelkam, Reskrim, sampai Chekher BBM Pertamina Sumbar Suroto H. Prayogo. Sasaran: SPBU Batang Toman Pasaman & SPBU Sarik Luhak Nan Duo.
“Sidak ini jawaban atas keluhan warga di medsos. Kami turun ke lapangan, cek langsung distribusi solar biar nggak ada yang main-main,” tegas Kompol Farel di lokasi.
*QR Code Dicek, Tangki Siluman Diburu*
Petugas nggak main-main. Setiap kendaraan antre dicek 2 hal: QR Code subsidi dan kondisi tangki. Fokusnya buru “tangki siluman” + modifikasi yang biasa dipakai buat nyetok solar ilegal.
Pertamina juga pasang badan. “QR Code ganda atau isi solar nggak wajar, SPBU wajib tolak. Subsidi harus tepat sasaran ke nelayan, petani, angkutan umum,” kata Suroto dari Pertamina Sumbar.
Selain cek kendaraan, tim kasih warning keras ke pengelola SPBU: dilarang main curang. Lansir pakai jerigen tanpa izin, isi berulang, atau “main mata” sama mafia BBM = siap ditindak.
*Perintah Bupati: BBM Harus Aman & Merata*
Sidak ini atas perintah langsung Bupati Yulianto. Kadiskoperindag Agusli bilang Pemda Pasbar target 2 hal: stok BBM aman + distribusi merata.
“Kami nggak mau warga Pasbar dirugikan. Petani telat bajak gara-gara solar langka, nelayan nggak bisa melaut. Pemerintah hadir buat jaga itu,” tegas Agusli.
Kapolres AKBP Agung Tribawanto melalui Kabag Ops menegaskan: tahap sekarang masih imbauan + peringatan keras. Tapi kalau masih ada SPBU atau mafia yang nakal, penindakan hukum nggak pakai kompromi.
Hasil sidak ini langsung jadi bahan evaluasi Satgas BBM Pasbar. Tujuannya satu: solar subsidi sampai ke tangan yang berhak, bukan numpuk di tangki siluman.
***










