ARN, Agam– Dampak bencana banjir bandang dan longsor di kabupaten agam menyebar di beberapa titik kecamatan, salah satunya terdapat di kecamatan Matur. Beberapa daerah akses sudah mulai terbuka dan penyaluran logistik bantuan pun sudah mulai terdistribusikan meski dengan menggunakan sepeda motor.
Bantuan terus mengalir termasuk dari pemerintah pusat. Menggunakan helikopter, bantuan diturunkan di lapangan sepak bola depan kantor camat Matur, Minggu (7/12).
Menurut camat Matur, bantuan yang tiba langsung dibagi sesuai daerah-daerah yang terdampak sesuai dengan data kependudukan kemudian relawan yang ditugasi didampingi pihak kecamatan serta kenagarian akan langsung mengambil ke kantor camat dan mendistribusikan ke masyarakat yang terkena bencana. Sehingga tidak terjadi penumpukan logistik di kator camat yang dikhawatirkan akan sia-sia.
“Alhamdulillah bantuan terus mengalir melalui posko kecamatan, baik iru dari pemerintah pusat, daerah, instansi dan lembaga swasta maupun relawan, kami megucapkan terimakasih atas uluran bantuan dan perhatian ini. Semua itu kita terima dan kita data yang kemudian akan langsung disamakan dengan data warga yang terdampak untuk kita salurkan” ujar Efendi Idris.
“bantuan yang kami salurkan ini tidak sama, tentu kita sesuaikan dengan data dampak yang dialami masyarakat, karena ada sebagian masyarakat yang hanya rumahnya terdampak banjir saja, ada yang hanya akses jalan saja yang tertutup material longsor namun menjadi kampung terisolir dan ada juga bahkan rumahnya yang hanyut terbawa material longsor. Salah satunya di jorong Pauh itu ada 13 rumah yang hilang. Itu nanti berbeda-beda pendistribusian dan penanganannya. Semua data itu juga sudah kita laporkan ke pemda melalui BPBD kabupaten Agam” ujar camat lagi.
“kami juga dari kecamatan masih menunggu data dari kenagarian lain yang sedang berjalan, hal ini dikarenakan kesulitan mendata karena masih ada beberapa joring yang akses jalannya masih sulit untuk dilalui. Kendalanya dari kurangnya mesin alat berat yang tersesia. Dan ini juga sudah kami laporkan ke pemerintahan kabupaten” ujarnya lagi.
Untuk di kabupaten Agam, pemerintah sudah menurunkan tim kesehatan dan trauma hiling bagi warga yang terdampak, kemudian pemerintah juga sudah menyediakan lahan untuk tempat tinggal warga yang layak sesuai arahan dari presiden RI. Saat ini untk ketersediaan lahan itu sudah masuk dalam kajian tim yang dihentuk oleh pemerintah provinsi dan sedang dikoordinasikan juga dengan pemerintah pusat.
Liputan : Sulthan Indra










