Stala Fiesta, Panggung Kreasi Stasiun Lambuang : Wadah Kreativitas, Kesenian dan Silaturrahmi

banner 468x60

Bukittinggi, ARN – Bukittinggi tidak berhenti menawarkan ruang publik bagi warga dan pengunjung kota. Stasiun Lambuang yang identik dengan memanjakan selera tamu kota kali ini memanjakan juga dengan tampilan musik, kesenian dan juga puisi. Kamis, (29/05/2025).

Dari pantauan di Stasiun Lambuang, terlihat beberapa pengunjung dari luar kota begitu santai menikmati jamuan makanan khas Minang diiringi alunan kesenian musik daerah. Adanya ruang kreasi ini menjadikan Stasiun Lambuang sebagai tempat strategis tidak saja untuk bersantai menikmati makanan dan musik tetapi juga ruang diskusi yang asik.

“kita tentu menyambut gembira dengan tersedianya wadah kreasi publik. Sangat jarang kita dapati selama ini dan tentu sebagai kota wisata, kita rindu suasana berkesenian.” ujar Mak Pakiah salah seorang penggagas panggung kreasi anak nagari.

“panggung ini sejatinya sudah ada dari pemerintah hanya saja kami bersama-sama dengan kawan-kawan seniman dan pedagang mencoba menghidupi agar sesuatu yang sudah tersedia tidak menjadi sia-sia.” ujar Mak Pakiah lagi.

Beberapa pengunjung dari Malaysia memanfaatkan momen ini untuk menyanyikan beberapa tembang Minang. Selain itu, Peter seorang warga negara Denmark terlihat asik meyecap segelas hidangan ‘Teh Talua’ gula enau Inyiak Endah.

Menurut Peter, baru kali ini merasakan Teh Talua dan dia sangat menyukainya. “Rasanya manis dan enak apalagi setelah makan malam dengan dicampuri sedikit lemon yang bisa menyeimbangi rasa. Saya sangat suka Teh Talua Inyiak Endah.” ujarnya yang disambut gelak tawa pengunjung.

Stasiun Lambuang ini mulai buka jam 16.00 wib sampai jam 23.00 wib. Menghadirkan menu seperti daerah Nasi Kapau, Teh Talua Gulo Anau, Kopi Panggang. Menu moderen seperti Ayam Penyet, Pecel Lele, Roti Bakar, Kopi Sanger dan menu lainnya yang memanjakan selera pengunjung.

“nantinya wadah ini tidak saja sebagai ruang kreasi publik tetapi bisa menjadi ruang diskusi literasi bagi siapa saja termasuk juga pelajar dan mahasiswa. Ruangan ini tersedia untuk umum dan harus kita manfaatkan juga sebagai wadah edukatif.” ujar salah seorang penggagas lainnya, Ted Ramnez yang biasa di sapa om Ted.

Banyaknya pengunjung akhir-akhir ini, rencananya seniman Bukittinggi dan pedagang Stasiun Lambuang akan terus konsisten menghadirkan hal-hal yang memanjakan pengunjung kota Bukittinggi menjadi salah satu faktor penunjang kepariwisataan.

Liputan : Sulthan Indra.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60