Medan, ARN.- Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., MH. dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara menggantikan Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto. Penunjukan Sonny menjadi Kapolda Sumut pada tanggal 2 Oktober 2026 yang merupakan lulusan Akpol 1997.
Penunjukan Sonny tercantum dalam surat telegram kapolri Nomor : ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026 , dalam rotasi tersebut, Irjen Whisnu Hermawan mendapat penugasan baru sebagai Wakil Inspektur Pengawasan Umum ( Warwasum) Polri.
Sebelum dipercaya menjadi Kapolda Sumut, Sonny Irawan pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut. Saat menjalankan tugas tersebut, ia juga pernah turun langsung memantau operasi penindakan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina).
Rekam jejak tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan karier Sonny Irawan, khususnya terkait penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian negara.
Sonny Irawan Turun Langsung ke Lokasi Tambang Ilegal Saat masih menjabat Wakapolda Sumut, Sonny Irawan turun langsung memantau operasi gabungan penindakan tambang emas ilegal di kawasan Sungai Batang Gadis pada 3 Maret 2026.
Operasi tersebut menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.
Dalam penindakan tersebut, aparat mengamankan sejumlah orang yang berada di lokasi serta belasan alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal.
Sonny saat itu menyampaikan terdapat enam titik tambang ilegal yang menjadi sasaran operasi. Empat titik berada di wilayah Tapanuli Selatan, sedangkan dua titik lainnya berada di Mandailing Natal seperti di DAS/Sempadan Sungai Batang Natal Tombang Kaluang hingga ke Hilir , Jambur Torop dan lain lain , kemudian di DAS Batang Gadis (Kotanopan) sampai ke Hilir.
Belasan Alat Berat Diamankan, akibat Penertiban Alat Berat PETI Maret 2026 lalu Penindakan juga menyasar alat berat yang digunakan untuk mengeruk material tambang. Aparat mengamankan sedikitnya 12 unit ekskavator dari lokasi. Dalam perkembangan operasi, jumlah alat berat yang diamankan disebut mencapai 14 unit.
Harapan Masyarakat, Penindakan PETI Jangan “SETENGAH HATI”.
Ratusan Warga di 3 (tiga) kecamatan seperti Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, dan Kec. Natal di lintasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Batang Natal termasuk di Daratan Berharap agar Kapolda Sumut yang baru dilantik terus melanjutkan Penindakan PETI, jangan setengah hati seperti SATGAS PETI yang berlangsung di 18 Agustus 2026 lalu, yang mana sampai saat ini masih banyak EXCAVATOR beroperasi PETI melakukan pengkerukan material untuk mengambil EMAS secara ILEGAL akibatnya Ribuan Masyarakat di tiga Kecamatan tidak bisa mempergunakan air sungai untuk MANDI, mencuci pakaian dan keperluan lainnya, bahkan Ikan Sungai Batang Natal TIDAK BERKEMBANG dan mati, karena AIR SUNGAI BATANG NATAL menjadi TERCEMAR.
Bahkan ada Pelaku PETI yang diduga KEBAL HUKUM yang bernama Puddin yang saat ini masih beroperasi 3 unit Beko, 1 (satu) unit di Desa Tombang Kaluang di titik Tebing jalan, kemudian di Desa Tombang Padang ada 2 (dua) unit lagi di sekitar sekitar 300 meter dari Kantor Polisi Batang Natal masih berani melakukan PETI , konon kabarnya ada “BEKINGNYA” ,tutur warga di warung kopi di Muasasoma. Kemudian di Desa Sipogu, alat Berat merek ZOOMLION didiga milik Rizal ( PNS) yang diduga dirental olah Lian warga Desa Sipogu telah merusak Jalan Rabat Beton Akhir Agustus 2026 di Desa Sipogu lewat Rambin milik Pemerintah gara-gara ambisius melakukan PETI.
Sungai Parlampungan masih terlihat lotor dan tercemar, diduga akibat masih ada beroperasi PETI memakai Excavator di hulu Sungai di Jambur Torop, kemudian di Lokasi Desa Aek Baru jae , Kec. Batang Natal.
PETI juga masih beroperasi di lintasan Sungai Batang Gadis juga di daratan di wilayah hulu Sungai Batang gadis dan juga di Hilir, bahkan di wilayah Sulangaling, Kec. Muara batang Gadis, Kab. Mandailing Natal
Pengalamannya turun langsung dalam operasi penindakan tambang ilegal di Tapsel-Madina menjadi salah satu rekam jejak yang menarik perhatian, terlebih persoalan pertambangan ilegal masih menjadi isu yang mendapat sorotan masyarakat.
Tantangan Pemberantasan Narkoba dan Kejahatan, Selain persoalan pertambangan ilegal, tantangan besar lain yang menanti Sonny adalah pemberantasan narkoba.
Sumatera Utara memiliki wilayah hukum yang luas dengan berbagai persoalan keamanan, mulai dari peredaran narkotika, pencurian, perjudian, kejahatan jalanan hingga tindak pidana lainnya.
Masyarakat berharap kepemimpinan Sonny Irawan mampu menghadirkan penegakan hukum yang nyata hingga ke berbagai daerah.
Khusus dalam pemberantasan narkoba, publik berharap kepolisian tidak hanya menangkap pengguna maupun pengedar tingkat bawah, tetapi juga membongkar jaringan serta aktor utama di balik peredaran narkotika.
Publik Menunggu Gebrakan Kapolda Sumut Baru, dengan pengalaman pernah menjabat Wakapolda Sumut dan turun langsung dalam sejumlah operasi penegakan hukum, Sonny Irawan kini menghadapi ekspektasi besar dari masyarakat. (Uba N.Hasibuan)










