SOLOK, ARN— STKIP Ahlussunnah menerima pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mengusung judul “Peran Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Pascabencana Longsor untuk Peningkatan Sosial dan Ekonomi Masyarakat di Nagari Gantung Ciri” dan dilaksanakan pada 28 Januari hingga 28 Februari 2026.
Kegiatan ini berfokus pada pemulihan pascabencana longsor di Kenagarian Gantung Ciri, Kabupaten Solok, yang meliputi Jorong Kampung Baru, Jorong Kapalo Koto, dan Jorong Pinang Sitawa.
Tim dosen pelaksana program terdiri dari Hasmi Novianti, M.Pd sebagai ketua, serta Nisye Frisca Andini, M.Pd dan Melia Roza, M.Pd sebagai anggota. Program ini melibatkan mahasiswa secara aktif dalam kegiatan sosial, edukasi kebencanaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Ketua tim, Hasmi Novianti, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh kementerian.
“Alhamdulillah, kami dari STKIP Ahlussunnah dipercaya untuk menjalankan program ini dari kementerian. Tentu ini sebuah kepercayaan yang sangat berharga dan menjadi kewajiban bagi kami untuk menjalankan amanah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
“Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pelajaran dan pengalaman yang berharga. Bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan, tetapi melalui kegiatan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Nagari Gantung Ciri, Zulhendri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap nagari yang terdampak bencana. Menurutnya, program ini membutuhkan kerja sama lintas pihak agar pemulihan dapat berjalan optimal. Hal senada juga disampaikan Sekretaris Nagari Syaltri Marizal, yang turut mendampingi kegiatan dan mengucapkan terima kasih kepada STKIP Ahlussunnah atas kesediaannya memilih Nagari Gantung Ciri sebagai lokasi program.
Dukungan juga datang dari Ketua BEM STKIP Ahlussunnah, Arie Rahma Pandangwangi, yang menilai keterlibatan mahasiswa dalam program ini mampu menambah pengetahuan, wawasan, serta kepedulian sosial mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Adapun bentuk kerja sama yang dilakukan meliputi pembagian pupuk untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, penyusunan buku literasi kebencanaan, pembuatan jalur evakuasi, serta peta risiko bencana.
Buku literasi kebencanaan tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan langsung terhadap kondisi pascabencana di Nagari Gantung Ciri dan akan didistribusikan secara gratis kepada masyarakat, sekolah, dan pemerintah nagari.
Buku ini memiliki fungsi edukasi, mitigasi, penyediaan informasi lokal, perencanaan kebencanaan, serta pemberdayaan masyarakat, dan diharapkan dapat menjadi bahan ajar bagi perangkat nagari, sekolah, dan relawan kebencanaan.
Selain itu, tim juga melakukan pembangunan dam atau tanggul sementara (kisdam) menggunakan karung berisi pasir dan kerikil sebagai upaya pengendalian banjir dan pengalihan aliran air. Metode ini dikenal efektif dalam penanganan darurat pascabencana dan sering disebut sandbag damming atau cofferdam.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak ini, STKIP Ahlussunnah berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi aktif dalam pemulihan dan pembangunan masyarakat.
Liputan : Sulthan Indra










