Bukittinggi, ARN– STKIP Ahlussunnah Bukittinggi terpilih sebagai salah satu kampus yang akan menjalani program dari Kemdiktisaintek, program ini secara simbolik dilakukan penandatanganan sekaligus penyerahan kepada BEM STKIP Ahlussunnah dalam Program Mahasiswa Berdampak : Pemberdayaan Masyarakat di ruang rapat, Selasa (21/10).
Melalui LPPM Ahlussunnah, program ini nantinya akan dijalankan oleh mahasiswa STKIP Ahlussunnah yang didanai oleh DPPM Kemdiktisaintek tahun anggaran 2025.
Alexander Syam, M.Pd selaku ketua STKIP Ahlussunnah sangat bersyukur dan mengapresiasi atas kerja keras tim selama ini yang sudah menyambut baik program ini. “Alhamdulillah, berkat kerjasama tim yang memang sudah dipersiapkan jauh hari, akhirnya STKIP Ahlussunnah bisa menerima amanah ini” ucapnya.
“kami dari pihak kampus mempercayakan kembali kepada mahasiswa agar program ini bisa dijalankan dengan baik sesuai prosesur yang telah ditetapkan oleh kementrian dan menjaga nama baik kampus. Ini sebagai bukti bahwasanya, mahasiswa STKIP Ahlussunnah hadir di tengah-tengah masyarakat” terangnya lagi seusai membuka kegiatan penandatanganan bersama BEM STKIP Ahlussunnah yang dihadiri oleh seluruh dosen tim pengabdi dan mahasiswa pelaksana program.
Witri Annisa, M.Pd selaku ketua LPPM Ahlussunnah, kegiatan ini bertujuan merangkul masyarakat dalam program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat yang esensinya adalah pengabdian kampus melalui pengiriman mahasiswa terjun langsung di tegah-tengah masyarakat.
“Kita sangat bersyukur, karena hanya dua di Sumbar yang menerima program ini dari LLDIKTI Wilayah 10, salah satunya STKIP Ahlussunnah. Mahasiswa yang ditugasi nantinya mampu berdiskusi bersama masyarakat sehingga kepekaan sosial dari kegiatan ini hadir untuk bersama-sama dalam mencari solusi” jelasnya.
Program ini diajukan dengan mengangkat judul “Pengelolaan Sampah Plastik untuk Mencegah Terjadinya Bencana Banjir dan kemudian dipilihlah lokasi kegiatan di Jorong Mongan Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Tim dosen yang diketuai oleh Itgo Hatchi, M.Pd membuka ruang diskusi bersama masyarakat kemudian menawarkan solusi tentang bagaimana pengelolaan sampah yang menjadi salah satu sumber masalah banjir. Mulai dari pemilahan sampah sampai kepada pengolahannya.
“Alhamdulillah, kami tim dari STKIP Ahlussunnah diterima dengan baik oleh walinagari, wali jorong dan segenap masyarakat Jorong Mongan Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota untuk berkolaborasi dan harapan kami nantinya bisa menjadi sebagai desa binaan yang bekerjasama dengan STKIP Ahlussunnah”. Ucap Itgo Hatchi, M.Pd .
Dengan adanya kegiatan ini menjadi bukti nyata eksistensi mahasiswa STKIP Ahlussunnah untuk memberi kontribusi langsung kepada masyarakat, terutama masyarakat daerah rawan bencana dalam pengelolaan sampah plastik. Sebelumnya mahasiswa telah dibekali berbagai pengetahuan oleh pihak kampus mengenai pengolahan sampah yang menjadi prioritas program.
“Harapan kami, tahun depan akan menjadi kerjasama yang berkesinambungan” tutupnya.
Liputan : Sulthan Indra










