Rapat Dengar Pendapat Bersama Walikota Bukittinggi, Yerry Amiruddin : Pemda Harus Memberi Solusi Bijak

banner 468x60

ARN, Bukittinggi– DPRD Kota Bukittinggi sangat mengapresiasi kehadiran Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam undangan Rapat Dengar Pendapat terkait polemik rencana penutupan Stasiun Lambuang pada Rabu, (5/6) di gedung Perwakilan Rakyat Kota Bukittinggi.

Rapat dihadiri oleh unsur SKPD dan hampir sebagian besar anggota dewan. Dalam Rapat Dengar Pendapat itu, Walikota memaparkan terkait rencana penutupan Stasiun Lambuang sebagai pusat kuliner Bukittinggi yang telah menghabiskan anggaran sangat besar dan diresmikan oleh menteri BUMN, Erik Tohir.

Banyak dari anggota dewan menyayangkan rencana penutupan tersebut, namun Walikota menuturkan bahwasanya kehadiran Stasiun Lambuang saat ini tidak efektif karena tidak berimbang hasil yang didapatkan selama ini dan hal ini sudah disampaikan juga oleh Walikota Bukttinggi kepada pihak PT. KAI selaku pemilik untuk tidak melanjutkan sewa lahan demi menyelamatkan keuangan daerah.

Terhadap keputusan Walikota, Yeri Amiruddin selaku anggota dewan menghargai kerja pemerintah. Menurutnya, selama ini dilihat keberadaan Satsiun Lambuag masih belum mampu berkontribusi terhadap PAD kota Bukittinggi.

“Tentu kita sangat mendukung keputusan walikota tersebut dan kita tidak ingin kedepan akan ada konsekuensi hukum kepada Pemda terkait kehadiran objek tersebut, jika tetap terjadi kerugian daerah akibat adanya sewa lahan yang begitu besar sementara kontribusi terhadap PAD masih sangat kecil”. Ujarnya.

Namun Yeri Amiruddin berharap, pemda bisa memberi solusi yang bijak sehingga aset yang saat ini berada di Stasiun Lambuang bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh pedagang yang saat ini masih bertahan dan berharap PT. KAI mau membuka jalur komunikasi dengan baik kepada pihak-pihak terkait. Dalam hal ini baik Pemda atau pun pedagang.

Liputan : Sulthan Indra

ARN, Bukittinggi– DPRD Kota Bukittinggi sangat mengapresiasi kehadiran Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam undangan Rapat Dengar Pendapat terkait polemik rencana penutupan Stasiun Lambuang pada Rabu, (5/6) di gedung Perwakilan Rakyat Kota Bukittinggi.

Rapat dihadiri oleh unsur SKPD dan hampir sebagian besar anggota dewan. Dalam Rapat Dengar Pendapat itu, Walikota memaparkan terkait rencana penutupan Stasiun Lambuang sebagai pusat kuliner Bukittinggi yang telah menghabiskan anggaran sangat besar dan diresmikan oleh menteri BUMN, Erik Tohir.

Banyak dari anggota dewan menyayangkan rencana penutupan tersebut, namun Walikota menuturkan bahwasanya kehadiran Stasiun Lambuang saat ini tidak efektif karena tidak berimbang hasil yang didapatkan selama ini dan hal ini sudah disampaikan juga oleh Walikota Bukttinggi kepada pihak PT. KAI selaku pemilik untuk tidak melanjutkan sewa lahan demi menyelamatkan keuangan daerah.

Terhadap keputusan Walikota, Yeri Amiruddin selaku anggota dewan menghargai kerja pemerintah. Menurutnya, selama ini dilihat keberadaan Satsiun Lambuag masih belum mampu berkontribusi terhadap PAD kota Bukittinggi.

“Tentu kita sangat mendukung keputusan walikota tersebut dan kita tidak ingin kedepan akan ada konsekuensi hukum kepada Pemda terkait kehadiran objek tersebut, jika tetap terjadi kerugian daerah akibat adanya sewa lahan yang begitu besar sementara kontribusi terhadap PAD masih sangat kecil”. Ujarnya.

Namun Yeri Amiruddin berharap, pemda bisa memberi solusi yang bijak sehingga aset yang saat ini berada di Stasiun Lambuang bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh pedagang yang saat ini masih bertahan dan berharap PT. KAI mau membuka jalur komunikasi dengan baik kepada pihak-pihak terkait. Dalam hal ini baik Pemda atau pun pedagang.

Liputan : Sulthan Indra.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60