BATAHAN, Andalas Raya News | Dengan berthemakan ” Generasi Yang Berakhlaq Karimah Merupakan Pilar Peradaban Desa”, Pemerintahan Desa (Pemdes) Bintungan Bejangkar, Kecamatan Batahan adakan lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat desa, Minggu (10/08/2025).
Perlombaan MTQ ini diadakan untuk mengasah dan menciptakan masyarakat Bintungan Bejangkar yang religius dan Qur’ani sehingga yang akan menjadi pilar desa untuk masa yang akan datang.
Kepala Desa Bintungan Bejangkar Toni Aryanto saat dikonfirmasi menyebutkan sejauh-jauhnya kehidupan dunia ini tujuannya tetap pada sang Pencipta.
“Kita melihat majunya zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin tinggi sehingga masyarakat terutama anak-anak yang dulunya habis magrib sibuk dengan belajar mengaji, ada yang belajar urut ijaiya ada yang belajar tajwid, sekarang banyak yang sibuk dengan handphone”, katanya.
Selain itu Toni juga mengutarakan rasa khawatirnya untuk generasi yang akan datang.
“Kita khawatir beberapa tahun kedepan banyak generasi kita yang tidak paham baca Al-Qur’an, oleh karena itu kita semarakkan lagi dengan cara membuat perlombaan membaca Al-Qur’an, karena sejauh manapun kita berbuat pasti tujuannya sang pencinta dan yakinlah kalau sudah cinta akan agama, terkhusus Ummat muslim kalau Qur’an sudah ada dalam otaknya dia dekat dengan Tuhan maka kejahatan akan jauh darinya”, jelas Toni.
Selajutnya Kades Muda ini juga menyebutkan bahwa kegiatan perlombaan seperti ini akan beliau adakan setiap tahun.
“InsyaAllah kegiatan lomba seperti ini, lomba Hafiz, lomba tilawah dan lomba yang berkaitan dengan Al-Qur’an akan kita adakan setiap tahunnya, kalau bisa kita akan buat setiap adanya hari besar islam, sehingga dengan rutinnya lomba ini harapan kita masyarakat bisa lebih mendalami pengetahuan tentang Al-Qur’an”, tegasnya.
Terkait batasan usia yang akan mengikuti lomba untuk acara-acara mendatang kades muda ini belum dapat menyebutkan, tapi ia berusaha untuk lebih umum lagi.
“Kali ini peserta lomba masih usia anak-anak dan remaja, untuk kedepannya kita akan usahakan lebih umum lagi. Kalau bisa tingkat dewasa dan tingkat sepuh sehingga bisa menjadi contoh untuk generasi yang akan datang. Tutupnya.
(Ahmad)










